Resmi Terpilih pada Kongres IX, Achmad Donny Janji Bawa PB SEMMI Lebih Solid dan Progresif

Jul 26, 2026 - 18:56
 18
Resmi Terpilih pada Kongres IX, Achmad Donny Janji Bawa PB SEMMI Lebih Solid dan Progresif
Achmad Donny terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI periode 2026–2029 pada Kongres IX di Banten.

Banten - Kongres IX Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 di Provinsi Banten menetapkan Achmad Donny sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI periode 2026–2029. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi itu berlangsung secara demokratis, tertib, dan mengedepankan semangat persatuan hingga menghasilkan kepengurusan baru untuk tiga tahun ke depan.

Achmad Donny yang berasal dari Jawa Timur meraih dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara yang diikuti 174 Pengurus Cabang (PC) SEMMI dari seluruh Indonesia. Ia memperoleh 115 suara dan unggul dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PB SEMMI, sehingga resmi dipercaya memimpin organisasi mahasiswa tersebut untuk masa bakti 2026–2029.

Usai ditetapkan sebagai ketua umum terpilih, Donny menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta kongres. Ia menegaskan bahwa hasil pemilihan bukan kemenangan individu ataupun kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh kader SEMMI.

"Ini adalah kemenangan kita bersama, bukan kemenangan satu orang ataupun satu kelompok. Setelah Kongres ini selesai, mari kita tinggalkan segala perbedaan yang ada. Saatnya kita bergandengan tangan, bersatu, dan bersama-sama membangun SEMMI menjadi organisasi yang lebih baik, lebih kuat, dan semakin bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara," ujar Donny, Minggu (25/7).

Menurut Donny, berakhirnya proses pemilihan harus menjadi awal dari penguatan soliditas organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk mengakhiri dinamika kontestasi dan kembali bekerja sama membangun SEMMI agar semakin memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kepemimpinannya, Donny menyatakan akan mengedepankan semangat kolaborasi, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan konsolidasi organisasi mulai dari tingkat pusat hingga pengurus cabang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa maupun bangsa di masa mendatang.

Ia menilai organisasi mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi organisasi. Karena itu, SEMMI diharapkan tidak hanya menjadi ruang kaderisasi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain menetapkan ketua umum baru, Kongres IX SEMMI juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi arah gerak organisasi selama periode kepengurusan 2026–2029. Seluruh rangkaian sidang berlangsung dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah, demokrasi, dan kekeluargaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan organisasi.

Penyelenggaraan kongres yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di tubuh SEMMI. Proses persidangan berjalan hingga menghasilkan keputusan organisasi yang disepakati para peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan berakhirnya Kongres IX, seluruh kader SEMMI diharapkan kembali memperkuat persatuan organisasi setelah melalui proses demokrasi internal. Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Achmad Donny diharapkan mampu menjalankan berbagai keputusan kongres sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan mahasiswa dan pembangunan nasional.

Momentum pergantian kepemimpinan tersebut juga diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Melalui semangat kebersamaan, seluruh kader didorong untuk mengawal kepengurusan baru agar mampu mewujudkan SEMMI yang semakin progresif, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.